Dana IndonesiaRaya Fokus pada Pelindungan dan Pemanfaatan Budaya Berdampak Nyata

gaya hidup | 04 April 2026 16:42

Dana IndonesiaRaya Fokus pada Pelindungan dan Pemanfaatan Budaya Berdampak Nyata
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah) dalam konferensi pers peluncuran "Dana IndonesiaRaya" yang digelar di Jakarta. (dok antaranews)

JAKARTA, PustakaJC.co – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa program Dana IndonesiaRaya diarahkan untuk memperkuat pelindungan, pelestarian, pengembangan, hingga pemanfaatan kebudayaan dengan fokus utama pada dampak nyata bagi masyarakat, Sabtu (4/4/2026).

“Yang paling penting adalah bagaimana kebudayaan itu memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya. Demikian dikutip dari antaranews.com, Sabtu (4/4/2026).

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers peluncuran program Dana IndonesiaRaya di Jakarta, Kamis (2/4/2026). Fadli menjelaskan bahwa penyaluran dana abadi kebudayaan tidak didasarkan pada status atau kategori budaya tertentu, melainkan pada kualitas program yang diusulkan serta manfaatnya bagi publik.

Ia menambahkan, cakupan program tidak terbatas pada sepuluh objek pemajuan kebudayaan, tetapi juga meliputi tradisi, seni pertunjukan, hingga aktivitas komunitas seperti sanggar budaya. Proposal yang diajukan pun tidak dibatasi oleh lokasi atau tingkat keterancaman suatu budaya, melainkan lebih menitikberatkan pada substansi dan kontribusinya.

Seleksi program dilakukan secara transparan oleh tim juri yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing, guna menjamin proses penilaian yang objektif dan akuntabel.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta menambahkan bahwa terdapat dua aspek utama dalam proses seleksi, yakni kelengkapan administrasi serta kekuatan substansi program, khususnya terkait dampak kegiatan terhadap masyarakat luas.

Dana IndonesiaRaya merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, yaitu Dana Indonesiana, yang telah memberikan kontribusi bagi ekosistem kebudayaan nasional. Perubahan nama ini sekaligus mencerminkan penguatan tata kelola, perluasan cakupan, serta peningkatan kualitas layanan bagi pelaku budaya di seluruh Indonesia.

 

Peluncuran program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendanaan kebudayaan, sekaligus memastikan pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan semakin adaptif dan berdampak luas di tengah masyarakat. (frcn)