Selain itu, pengawasan terhadap praktik pungutan liar juga harus diperketat secara konsisten. Pengalaman negatif di titik layanan publik, seperti di area imigrasi, dapat berdampak luas terhadap citra pariwisata nasional.
“Pengalaman buruk yang dialami wisatawan bisa menimbulkan efek berantai, bahkan membuat calon wisatawan lain berpikir ulang untuk berkunjung,” tegasnya.
Dalam situasi global yang penuh tekanan, industri pariwisata Indonesia dituntut untuk semakin adaptif sekaligus melakukan pembenahan menyeluruh agar tetap kompetitif di tengah perubahan tren perjalanan dunia. (frcn)