Misteri Kematian Aubertin Walter Sothern Mallaby Masih Belum Terungkap

gaya hidup | 12 April 2026 18:01

Misteri Kematian Aubertin Walter Sothern Mallaby Masih Belum Terungkap
IKON: Replika mobil AWS Mallaby diletakkan di Taman Sejarah Kawasan Kota lama Surabaya. (dok radarsurabaya) 
SURABAYA, PustakaJC.co – Kematian Brigadir Jenderal Inggris, Aubertin Walter Sothern Mallaby, dalam peristiwa menjelang Pertempuran Surabaya 1945 hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Insiden yang terjadi pada 30 Oktober 1945 itu menjadi salah satu misteri paling terkenal dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. 
 
 
“Banyak yang meyakini Mallaby ditembak oleh pejuang Indonesia dalam jarak dekat. Tapi itu lebih banyak bersifat spekulatif, karena tidak ada bukti yang benar-benar bisa memastikan,” ujarnya. Demikian dikutip dari surabaya.jawapos.com, minggu, (12/4/2026). 
 
 
Peristiwa tersebut berlangsung di sekitar Gedung Internatio, kawasan Jembatan Merah, yang saat itu menjadi titik panas bentrokan antara pejuang Indonesia dan pasukan Sekutu. Dalam situasi yang penuh ketegangan dan kekacauan, Mallaby ditemukan tewas di dalam mobilnya setelah terjadi baku tembak dan ledakan.
 
 
Pemerhati sejarah Surabaya, Dukut Imam Widodo, menyebut tidak pernah ada kepastian tunggal mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kematian Mallaby. Berbagai versi berkembang di masyarakat, namun tidak satu pun yang memiliki bukti kuat dan meyakinkan.
 
 
Menurutnya, kemungkinan lain yang cukup masuk akal adalah terjadinya salah sasaran atau friendly fire dari pihak tentara Inggris sendiri. Saat itu kondisi lapangan sangat kacau—gelap, penuh asap, serta minim koordinasi antar pasukan—sehingga potensi kesalahan tembak sangat besar.
 
 
Selain itu, beberapa sumber juga menyebut adanya ledakan granat di dekat kendaraan Mallaby. Ledakan tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama kematiannya. Namun lagi-lagi, tidak ada saksi yang dapat memastikan siapa yang melempar granat tersebut, apakah dari pihak pejuang Indonesia atau justru dari pasukan Sekutu sendiri.
 
 
Dukut menegaskan bahwa minimnya dokumentasi serta perbedaan kesaksian membuat rekonstruksi kejadian menjadi sulit dilakukan secara akurat. Karena itu, misteri ini kemungkinan akan tetap menjadi bagian dari kabut sejarah yang tidak pernah sepenuhnya terungkap.
 
 
Lebih jauh, ia menilai bahwa fokus sejarah tidak seharusnya hanya berhenti pada siapa penembak Mallaby. Dampak dari kematiannya justru jauh lebih besar, karena memicu kemarahan pihak Sekutu yang kemudian mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Surabaya.
 
 
Ultimatum tersebut akhirnya berujung pada pecahnya pertempuran besar pada 10 November 1945, yang kini dikenang sebagai Hari Pahlawan—simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap kekuatan kolonial.
 
 
Dengan demikian, hingga saat ini, pertanyaan tentang siapa penembak Mallaby masih belum memiliki jawaban pasti, dan tetap menjadi salah satu misteri paling menarik dalam sejarah perjuangan bangsa. (frcn)