Kesehatan Mental dalam Islam: Bukan Sekadar Soal Pikiran, Tapi Juga Hubungan dengan Allah

gaya hidup | 02 Juni 2026 09:35

 

Dalam perspektif Islam, perhatian terhadap kesehatan mental telah dibahas sejak berabad-abad lalu. Ulama sekaligus ilmuwan Muslim, Abu Zayd Al-Balkhi, menjelaskan bahwa manusia dapat mengalami gangguan jiwa berupa rasa takut, sedih, marah, cemas, dan berbagai tekanan batin lainnya.

 

Menurutnya, gangguan mental justru lebih sering dialami manusia dibandingkan penyakit fisik.

 

Artikel tersebut menjelaskan bahwa Islam menawarkan sejumlah pendekatan untuk menjaga kesehatan mental. Salah satunya adalah membangun jiwa yang tenang atau thuma’ninah melalui zikir, doa, shalat, membaca Al-Qur’an, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

 

Landasan tersebut merujuk pada firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28 yang menyebutkan bahwa hati akan menjadi tenteram dengan mengingat Allah.

 

Selain penguatan spiritual, Islam juga menekankan pentingnya lingkungan sosial yang sehat. Hubungan pertemanan dan pergaulan dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis seseorang.

 

Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam selektif dalam memilih teman dekat karena seseorang cenderung mengikuti karakter dan kebiasaan lingkungan pergaulannya.