Bukan Karena Matahari Terbit, Ini Alasan Ayam Jantan Selalu Berkokok Saat Fajar

gaya hidup | 03 Juni 2026 19:58

Bukan Karena Matahari Terbit, Ini Alasan Ayam Jantan Selalu Berkokok Saat Fajar
Ayam jantan berkokok saat fajar sebagai bagian dari ritme biologis alami yang bekerja dalam tubuhnya. (Dok. Radar Surabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Suara kokok ayam jantan yang terdengar setiap menjelang pagi selama ini kerap dikaitkan dengan kemunculan matahari. Namun, berbagai penelitian mengungkap bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Ayam ternyata memiliki jam biologis alami yang membuatnya mampu mengenali datangnya pagi bahkan sebelum matahari terbit, Rabu (3/6/2026).

Kemampuan tersebut berasal dari ritme sirkadian, yakni sistem biologis yang mengatur berbagai aktivitas tubuh dalam siklus 24 jam. Melalui mekanisme ini, ayam jantan dapat menentukan waktu berkokok secara konsisten setiap hari tanpa harus menunggu cahaya matahari muncul. Demikian dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com, Rabu (3/6/2026).

Karena dipengaruhi oleh jam biologis internal, ayam tetap berkokok menjelang fajar meski cuaca mendung atau berada di lingkungan dengan pencahayaan yang minim. Hal ini menunjukkan bahwa kokok ayam bukan semata-mata reaksi terhadap terbitnya matahari.

Selain ritme sirkadian, ayam juga memiliki sel fotoreseptor pada mata yang berfungsi mendeteksi perubahan intensitas cahaya di sekitarnya. Kombinasi kedua faktor tersebut membantu ayam mengenali peralihan waktu dari malam menuju pagi dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Temuan ini sekaligus menjelaskan mengapa ayam hampir selalu berkokok pada waktu yang sama setiap harinya. Bukan karena melihat matahari terbit, melainkan karena tubuhnya telah memiliki sistem pengatur waktu alami yang bekerja secara otomatis.

Meski identik dengan suasana pagi, ayam jantan sebenarnya dapat berkokok kapan saja. Kokok tersebut digunakan sebagai sarana komunikasi, menarik perhatian ayam betina, menandai keberadaan makanan, hingga menunjukkan dominasi wilayah terhadap ayam lain.

Ayam juga kerap mengeluarkan suara kokok ketika merasakan adanya gangguan atau ancaman di sekitar kandang. Namun, kokok yang paling sering terdengar tetap terjadi menjelang fajar karena berkaitan erat dengan siklus biologis harian mereka.

Dengan demikian, suara ayam yang terdengar setiap pagi bukan sekadar respons terhadap kemunculan matahari. Di balik kebiasaan yang sudah akrab di tengah masyarakat itu, terdapat mekanisme biologis yang berfungsi layaknya alarm alami untuk menandai datangnya hari baru. (frchn)