SURABAYA, PustakaJC.co – Tren stacking jewelry atau teknik memadukan perhiasan secara berlapis semakin diminati generasi muda sebagai bentuk ekspresi gaya dan identitas diri di tengah perkembangan dunia fesyen yang semakin personal.
Tren ini terlihat dari meningkatnya penggunaan kombinasi cincin, kalung, hingga gelang yang dipakai secara bertumpuk dengan berbagai gaya, material, dan desain sesuai preferensi masing-masing individu.
Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, mengatakan bahwa fenomena stacking jewelry menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen yang kini lebih mengutamakan produk yang merepresentasikan karakter pribadi.
“Tren ini menunjukkan pergeseran di mana konsumen semakin mencari produk yang bisa merepresentasikan gaya dan karakter personal. Ini membuka ruang untuk bereksperimen dalam memadukan berbagai jenis perhiasan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perhiasan saat ini tidak lagi sekadar pelengkap penampilan, tetapi sudah menjadi media ekspresi diri. Pengguna dapat menampilkan cerita dan kepribadian mereka melalui kombinasi aksesori yang digunakan sehari-hari.
Salah satu gaya yang populer adalah necklace layering, yakni penggunaan beberapa kalung dengan panjang dan desain berbeda dalam satu tampilan. Kalung tersebut kerap dipadukan dengan inisial, simbol, atau charm yang memiliki makna khusus bagi pemakainya.
Selain itu, tren stacking ring juga semakin digemari karena memberikan tampilan yang lebih ekspresif tanpa perlu banyak aksesori tambahan. Sementara itu, gelang berlapis dengan kombinasi material seperti logam, mutiara, hingga manik-manik turut memperkuat gaya personal pemakainya.
Menurut Shopee, meningkatnya minat terhadap gaya perhiasan yang fleksibel dan artistik ini membuka peluang besar bagi brand lokal untuk terus berinovasi dan memperluas pasar di industri fesyen digital. (nov)