JAKARTA, PustakaJC.co – Menonton pertandingan sepak bola hingga dini hari menjadi momen yang dinantikan banyak penggemar, terutama saat ajang besar seperti Piala Dunia. Namun, kebiasaan begadang untuk menyaksikan pertandingan tetap perlu disikapi dengan bijak agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, mengingatkan pentingnya menjaga total waktu tidur harian meskipun harus terbangun pada dini hari untuk menonton pertandingan.
Menurut Raissa, orang dewasa idealnya tetap memperoleh waktu tidur sekitar enam hingga delapan jam per hari. Karena itu, jika harus begadang, masyarakat disarankan mengatur waktu istirahat dengan lebih baik.
“Tidur lebih awal pada malam sebelumnya bila memungkinkan. Lakukan tidur singkat (power nap) 20–30 menit pada siang hari bila diperlukan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Selain menjaga durasi tidur, ia juga mengingatkan pentingnya mempertahankan pola makan seimbang dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar tidak mudah lelah saat menjalani aktivitas setelah begadang.
Raissa menyarankan masyarakat menghindari penggunaan gawai maupun paparan cahaya terang menjelang waktu tidur karena dapat mengganggu kualitas istirahat.
Menurutnya, begadang yang dilakukan secara terus-menerus berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan metabolisme.
“Begadang sebaiknya tidak menjadi kebiasaan rutin karena dapat meningkatkan risiko gangguan konsentrasi, penurunan daya tahan tubuh, perubahan nafsu makan,” katanya.