SURABAYA, PustakaJC.co – Penelitian terbaru mengungkap fenomena penuaan biologis yang lebih cepat pada generasi Milenial dan Gen Z dibandingkan generasi sebelumnya saat berada pada usia yang sama. Kondisi ini diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kanker pada usia muda.
Studi yang melibatkan lebih dari 150 ribu orang dewasa tersebut menggunakan metode pengukuran usia biologis melalui berbagai biomarker darah yang dikenal sebagai PhenoAge. Metode ini menilai kondisi kesehatan organ dan sel tubuh berdasarkan sejumlah indikator, seperti protein C-reaktif (CRP), kadar glukosa, kreatinin, serta jumlah sel darah putih. Dilansir dari detik.com, Senin, (13/7/2026).
Hasil penelitian menunjukkan individu yang lahir pada dekade 1990-an memiliki tingkat penuaan biologis yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang lahir pada akhir 1960-an. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi tubuh generasi muda secara biologis dapat lebih tua daripada usia kronologisnya.
Para peneliti menilai percepatan penuaan biologis tersebut berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker yang muncul sebelum usia 55 tahun. Risiko tertinggi ditemukan pada kanker paru-paru, yang dilaporkan meningkat hingga 57 persen seiring naiknya skor penuaan biologis.
Selain kanker paru-paru, penuaan biologis juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar. Peneliti menemukan bahwa proses penuaan pada sistem imun berhubungan erat dengan risiko kanker paru-paru dini, sementara penuaan pada jaringan lemak memiliki keterkaitan kuat dengan kanker kolorektal.
Menurut para ilmuwan, temuan ini memperkuat dugaan bahwa peningkatan kasus kanker pada kelompok usia muda tidak hanya dipengaruhi faktor genetik dan perubahan pada sel, tetapi juga perubahan lingkungan modern yang memengaruhi kondisi tubuh secara menyeluruh.
Direktur Cancer Grand Challenges, David Scott, menyebut studi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kanker kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai perubahan yang terjadi di seluruh sistem tubuh, bukan hanya pada sel tertentu.
Meski demikian, para peneliti menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan percepatan penuaan biologis pada generasi muda, termasuk pola makan, tingkat aktivitas fisik, kualitas tidur, paparan polusi, hingga gaya hidup modern yang semakin sedentari.
Temuan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memperhatikan kesehatan sejak dini guna menekan risiko penyakit kronis dan kanker di masa mendatang. (ivan)