Eric menuturkan, angka tersebut mencerminkan pertumbuhan pemakaian energi yang sangat pesat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pemakaian listrik di jaringan pengisian EV Jawa Timur melonjak hingga kurang lebih 400 persen atau melesat empat kali lipat.
Meski demikian, Eric menggarisbawahi bahwa data yang tercatat saat ini baru mencakup aktivitas pengisian di SPKLU resmi serta home charging terdaftar melalui pelaporan dealer kendaraan.
"Jadi yang bisa kami monitor adalah SPKLU, kemudian masyarakat yang mendaftarkan home chargingatau pengisian yang menggunakan wall charger yang dibawakan oleh dealer kendaraan. Selain itu, misalnya masyarakat yang penggunaan wall charging-nya tidak dipisah dengan instalasi rumah, ini belum bisa kita pastikan," tambahnya.