SURABAYA, PustakaJC.co - Banyak masyarakat merasa kondisi keuangannya relatif aman selama pendapatan bulanan masih mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun, di balik rasa aman tersebut, peningkatan penghasilan acapkali diiringi oleh kenaikan gaya hidup secara perlahan. Fenomena yang dikenal sebagai lifestyle inflation (inflasi gaya hidup) ini kerap menguras anggaran tanpa disadari.
Kenaikan pendapatan idealnya memberi ruang lebih luas untuk menabung maupun berinvestasi. Namun, ketika pengeluaran membengkak lebih cepat daripada kemampuan menambah cadangan finansial, saldo rekening akan tetap terasa tipis meski gaji terus bertambah. Dilansir dari gresiksatu.com, Sabtu, (10/10/2026).
Dihimpun dari berbagai sumber keuangan, terdapat lima indikator utama yang menandakan seseorang mulai terjebak dalam inflasi gaya hidup: