SURABAYA, PustakaJC.co - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong pemanfaatan lahan bekas tambang untuk sektor produktif seperti perikanan dan perkebunan. Langkah tersebut, kata Bahlil, bertujuan untuk menjamin keberlanjutan ekonomi di daerah setelah proyek pertambangan selesai.
"Atas arahan Bapak Presiden, jangan sampai Indonesia menjadi negara dengan kutukan sumber daya alam. Setelah tambang selesai, harus ada diversifikasi hilirisasi yang jelas," ujar Bahlil saat menghadiri peletakan batu pertama proyek industri baterai di Karawang, dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 30 Juni 2025.
Bahlil menyebut sejumlah pemegang izin usaha pertambangan telah mengajukan studi kelayakan terkait pemanfaatan lahan pasca tambang. Dalam rencana tersebut, pembangunan pusat ekonomi baru berbasis perikanan dan perkebunan akan dimulai pada tahun ke-8 hingga ke-9 proyek berjalan. "Begitu tambang selesai, perputaran ekonomi di daerah tetap berjalan," katanya.