Menurut Iskandar, jika reklamasi dilakukan dengan pendekatan ilmiah yang tepat, maka lahan bekas tambang bukan hanya bisa pulih, tapi juga menjadi sumber baru produktivitas ekonomi. “Kami mengembangkan kompos yang dicampur FABA, atau komfaba, yang terbukti mampu meningkatkan kualitas tanah marginal seperti ultisol,” kata dia.
Selain perbaikan tanah, kata Iskandar, pengelolaan air asam tambang juga menjadi perhatian penting. Dengan pendekatan seperti enkapsulasi dan permeable reactive barrier berbasis FABA, perbaikan lahan dapat dilakukan secara menyeluruh. (int)