SURABAYA, PustakaJC.co – Menuju satu abad Indonesia merdeka pada 2045, anggota MPR RI Reni Astuti menyerukan agar generasi muda memperkuat jati diri kebangsaan. Seruan ini disampaikannya dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Gema Keadilan Surabaya, Minggu, (29/6/2025), di Aula DPD PKS Kota Surabaya.
“Empat pilar kebangsaan bukan sekadar pengetahuan formal, tetapi harus menjadi nilai hidup yang ditanamkan dan dijalankan oleh generasi muda Indonesia,” tegas anggota MPR RI Reni Astuti dalam sesi diskusi, dilansir dari surabayapagi.com, Jumat, (4/7/2025).
Empat pilar yang dimaksud adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, yang menurutnya menjadi fondasi karakter kebangsaan di tengah derasnya tantangan global, termasuk budaya negatif dan penyalahgunaan digital seperti judi online.
Politisi dari Fraksi PKS ini menggarisbawahi bahwa generasi muda saat ini menghadapi tekanan luar biasa: mulai dari minimnya lapangan kerja, hingga gempuran budaya luar yang melunturkan nasionalisme.
“Peningkatan kualitas diri melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman harus terus diperjuangkan. Itu bekal utama untuk menatap masa depan,” ujar Reni.
Ia juga mengingatkan bahwa sejarah memiliki peran sentral dalam membentuk semangat nasionalisme. Menurutnya, mempelajari sejarah bangsa adalah kunci untuk membangun rasa cinta tanah air dan menjaga keutuhan Indonesia.
Menanggapi pertanyaan peserta soal fenomena banyaknya artis terjun ke politik, Reni menanggapi dengan sikap terbuka.
“Semua punya hak yang sama dalam membangun bangsa ini. Jadi artis, pengusaha, atau masyarakat biasa pun, semua bisa berkontribusi. Generasi muda juga harus turut serta,” jelasnya.
Ia mengajak para peserta untuk terlibat aktif dalam proses kaderisasi kebangsaan melalui berbagai saluran seperti partai politik, organisasi masyarakat, hingga komunitas pemuda.
Di akhir sesi, Reni berpesan bahwa generasi muda adalah penentu arah masa depan Indonesia. Maka sejak sekarang, mereka harus menjaga produktivitas, memperkuat karakter, dan terus mengasah kapasitas diri.
“Saya dan generasi yang lebih senior punya tugas penting untuk mendampingi kalian dalam mempersiapkan diri menyambut masa depan Indonesia 2045,” pungkas Politisi dari Fraksi PKS ini.