SURABAYA, PustakaJC.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menandai capaian positif di paruh pertama 2025 dengan menyabet Nusantara CSR Awards 2025 kategori Pendidikan Berkualitas, berkat program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Kampung Lali Gadget.
Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh La Tofi School of Social Responsibility, yang dikenal fokus pada pengembangan ekonomi sirkular dan SDGs, dalam acara yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, 2 Juli 2025. Dilansir dari surabayapagi.com, Sabtu, (5/7/2025).
“PLN Peduli mendampingi Kampung Lali Gadget untuk membentuk karakter anak, membangun terminal konservasi budaya melalui revitalisasi permainan tradisional. Tahun ini, kami juga mengupayakan sertifikasi instruktur dan revitalisasi branding Kampung Lali Gadget,” ujar Ahmad Mustaqir, General Manager PLN UID Jatim.
Program ini tidak hanya membangun fasilitas fisik seperti kolam bermain, pendopo baca, dan area bermain anak, tetapi juga memperkenalkan permainan tradisional sebagai alat pendidikan karakter. Bahkan, PLN mendorong pembentukan klinik kecanduan gadget dan menggelar lomba Elingpiade yang melibatkan sekolah-sekolah di Kabupaten Sidoarjo.
Berbasis di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Kampung Lali Gadget telah melibatkan 14.697 anak dalam berbagai kegiatan positif sepanjang 2024–2025.
Menurut Ahmad Mustaqir, pendidikan karakter adalah fondasi penting untuk menciptakan generasi yang tangguh, berintegritas, dan peduli sosial.
“Kami percaya bahwa pendekatan berbasis budaya lokal adalah kunci keberhasilan jangka panjang,” katanya.
Penggagas sekaligus Ketua Yayasan Kampung Lali Gadget, Achmad Irfandi, mengapresiasi peran PLN dalam pengembangan kawasan tersebut.
“Berbagai penghargaan yang kami raih bukan kebetulan, melainkan hasil dari program yang terstruktur dan terukur. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberi dampak besar di masyarakat,” ujar Irfandi.
Melalui sinergi antara korporasi dan komunitas, PLN menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan penguatan karakter anak bisa berjalan beriringan. Kampung Lali Gadget bukan sekadar destinasi edukatif, tapi telah menjelma menjadi terminal konservasi budaya hidup—ikon baru pendidikan karakter berbasis lokal di Jawa Timur. (ivan)