Dinas Pendidikan Mojokerto Genjot Rehabilitasi Sekolah Tahun Ini

pemerintahan | 26 Juli 2025 05:24

Dinas Pendidikan Mojokerto Genjot Rehabilitasi Sekolah Tahun Ini
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. (dok jatimpos)

MOJOKERTO, PustakaJC.co – Kabar gembira datang dari dunia pendidikan Kabupaten Mojokerto. Pemerintah setempat melalui Dinas Pendidikan resmi memulai proyek rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas di 27 sekolah mulai 8 Juli 2025.

Langkah ini merupakan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih nyaman dan layak. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (26/7/2025).

“Kami ingin menciptakan ruang kelas yang benar-benar mendukung anak-anak dalam belajar. Karena itu, proyek ini kami awasi ketat agar sesuai standar dan tepat waktu,” kata Indi Ilmiah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Jumat, (25/7/2025).

Jumlah sekolah yang mendapat bantuan: 27 sekolah

•TK: 4

•SD: 16

•SMP: 7

Indi menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan secara transparan dan profesional, serta mengutamakan kualitas konstruksi demi keamanan dan kenyamanan pengguna.

“Kami ingin hasil pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa dan guru. Tidak sekadar proyek, tapi bagian dari investasi masa depan daerah,” tegas Indi.

Tak hanya soal fisik, proyek ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Mojokerto dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui infrastruktur. Sekolah-sekolah yang sebelumnya rusak atau kurang memadai akan mendapatkan wajah baru yang lebih ramah dan aman untuk belajar.

Dengan kelas yang layak dan lingkungan yang mendukung, proses belajar mengajar diyakini akan lebih efektif dan menyenangkan.

“Semua ini dilakukan demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Mojokerto. Harapan kami, seluruh anak mendapatkan kesempatan belajar di ruang yang baik dan layak,” ujar Indi.

Program ini bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah langkah nyata pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang layak bagi generasi penerus. Saat anak-anak belajar di ruang kelas yang nyaman, mereka tidak hanya menerima ilmu—tapi juga perhatian dan harapan dari para pemimpinnya. (ivan)