Arumi Bachsin Kampanyekan Cinta Budaya Lewat Kebaya di Tengah Gaya Hidup Modern

pemerintahan | 27 Juli 2025 19:41

Arumi Bachsin Kampanyekan Cinta Budaya Lewat Kebaya di Tengah Gaya Hidup Modern
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Elestianto Dardak turut memeriahkan Kebaya Day’s Fun Ride 5th Anniversary yang digelar di kawasan Livin Land Mandiri, Surabaya.

SURABAYA, PustakaJC.co – Suasana pagi di kawasan Livin Land Mandiri, Surabaya, tampak berbeda. Puluhan perempuan bersepeda dengan anggun mengenakan kebaya, menyuarakan satu pesan kuat: melestarikan budaya tak harus meninggalkan gaya hidup sehat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Kebaya Day’s Fun Ride edisi ke-5, yang digelar oleh komunitas Pepespeda (Perempuan Pesepeda). Tak hanya dari Surabaya, peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Timur bahkan luar provinsi. Dengan tema “Cinta Kebaya Budaya Bangsa”, kegiatan ini menggabungkan olahraga, budaya, dan semangat perempuan Indonesia dalam satu lajur berwarna-warni.

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Elestianto Dardak, yang turut hadir dan memberikan sambutan, menekankan pentingnya kebaya sebagai simbol persatuan dan kebanggaan perempuan Indonesia.

“Kebaya bukan hanya pakaian tradisional. Ia adalah identitas nasional, simbol keanggunan, dan bagian dari memori kolektif bangsa kita. Ini warisan budaya yang hidup, bukan hanya masa lalu, tapi juga masa depan kita,” tegas Arumi.

Ia juga menambahkan bahwa pelestarian kebaya dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan kekinian, agar generasi muda merasa bangga mengenakannya.

“Kebaya bisa dipakai bukan hanya di acara formal. Ia nyaman, elegan, dan bisa jadi bagian dari busana harian,” imbuh Arumi.

Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendorong pengakuan kebaya sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO. Jawa Timur, tegasnya, siap menjadi motor penggerak kampanye budaya ini.

Menariknya, para peserta pria dari berbagai komunitas sepeda juga ikut ambil bagian, menunjukkan dukungan terhadap semangat pelestarian budaya lintas gender.

Acara semakin semarak dengan senam kebugaran bersama, layanan cek kesehatan gratis, serta kampanye hidup sehat yang menyatu dengan pesan budaya.

Sebagai Ketua Dekranasda Jatim, Arumi juga menekankan pentingnya sinergi antara pelestarian kebaya dan pengembangan ekonomi kreatif.

“Dengan mencintai kebaya, kita sedang mencintai sejarah, jati diri, dan peradaban bangsa. Tradisi tak harus dipinggirkan, tapi bisa hidup dalam denyut modernitas,” pungkas Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur ini. (ivan)