Meski capaian cukup tinggi, Khofifah mengakui masih ada tantangan besar, terutama soal koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sejumlah kabupaten/kota belum memperbarui data penerima manfaat, sehingga memperlambat distribusi.
“Kami berterima kasih kepada Pak Mendagri yang dalam beberapa minggu terakhir sudah melakukan koordinasi khusus, baik untuk MBG, bedah rumah, maupun KDKMP. Tapi memang koordinasi ini masih perlu diperkuat,” jelasnya.
Khofifah juga menyoroti minimnya keterlibatan pesantren dalam program MBG. Dari kebutuhan 3.545 SPPG di Jatim, baru sekitar 6.000 santri yang masuk daftar penerima manfaat, padahal banyak pesantren besar memiliki santri hingga belasan ribu orang.
“Kalau pesantren bisa lebih banyak tercover, percepatan program ini akan jauh lebih signifikan,” tambahnya.