Founder Minilemon, Reno Halsamer, menilai animasi adalah sarana efektif untuk menyampaikan pesan toleransi kepada anak-anak.
“Anak usia dini hanya bisa disentuh lewat gambar bergerak, video, atau film. Karena itu nilai toleransi harus dikemas secara visual agar mudah ditangkap,” ujarnya.
Minilemon menampilkan enam karakter anak yang mewakili keberagaman etnis di Indonesia: Wayan (Bali), Ucup (Sunda), Togar (Batak), Slamet (Jawa), Minggus (Papua), dan Memey (Tionghoa). Melalui cerita pertemanan mereka, animasi ini menekankan pentingnya menghargai perbedaan.
Reno juga menyoroti peran keluarga, khususnya ibu, dalam mendampingi anak saat menonton.
“Pendekatan kepada anak dan ibu sangat penting agar pesan toleransi bisa sampai,” tambahnya.
Upaya ini menjadi bentuk sinergi kreator lokal dengan lembaga negara dalam menangkal paham intoleransi. Harapannya, generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kritis, sekaligus cinta tanah air. (ivan)