Ia menambahkan bahwa program tersebut telah berlangsung cukup lama dan hanya melibatkan sebagian kecil karyawan.
“Yang mengajukan pensiun dini ada 200 karyawan, ini proses sudah agak lama,” ujar Khofifah.
Pernyataan gubernur ini sejalan dengan bantahan manajemen Gudang Garam sebelumnya, yang menyatakan pabrik di Tuban tetap beroperasi normal dengan 800–850 karyawan. Meski demikian, data laporan tahunan perusahaan menunjukkan penurunan jumlah karyawan secara bertahap dari 32.491 orang pada 2019 menjadi 30.308 pada 2024, diduga akibat restrukturisasi akibat kenaikan cukai rokok dan maraknya rokok ilegal.