Eri menegaskan, Komisi C DPRD Surabaya akan terus mengawal proses investigasi hingga tuntas.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mendukung penuh langkah Pemkot Surabaya untuk menangani fenomena ini secara cepat, aman, dan berbasis kajian ilmiah,” tandasnya.
Sebelumnya, semburan air bercampur gas yang diduga metana itu pertama kali muncul pada Kamis, (16/10/2025) siang, dan masih terlihat hingga keesokan harinya. Semburan disertai bau gas menyengat sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Rungkut Madya. (ivan)