Ia menjelaskan, forum ini merupakan langkah memperkuat kemitraan perdagangan antarprovinsi sekaligus mengembangkan jaringan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka peluang kolaborasi lebih luas antara pelaku usaha Jatim dan Sulteng di berbagai sektor,” tambahnya.
Berdasarkan data 2023, total nilai perdagangan Jatim–Sulteng mencapai Rp4,693 triliun. Terdiri dari nilai bongkar (pembelian dari Sulteng) Rp1,357 triliun dan nilai muat (penjualan ke Sulteng) Rp3,336 triliun, sehingga surplus Rp1,978 triliun bagi Jatim.