SURABAYA, PustakaJC.co - Jawa Timur kembali menorehkan sejarah di Hari Pahlawan 2025. Tiga tokoh asal Bumi Majapahit resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Mereka adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Marsinah, dan Syaikhona Muhammad Kholil.

Tiga nama ini seolah mewakili wajah lengkap perjuangan rakyat Jawa Timur: pemimpin yang humanis, buruh yang tangguh, dan ulama yang mendidik bangsa. Ketiganya menorehkan kisah perjuangan yang berbeda, namun berpadu dalam satu semangat—cinta tanah air tanpa batas.
Upacara penganugerahan digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Presiden Prabowo menyerahkan langsung penghargaan kepada para ahli waris, disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih.
Melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025, Gus Dur, Marsinah, dan Syaikhona Kholil kini sejajar dengan para pahlawan bangsa lainnya. Penetapan ini menjadi momen penuh makna, terutama bagi masyarakat Jawa Timur yang dikenal dengan semangat perjuangan dan religiusitasnya.
Gus Dur, Presiden ke-4 RI yang lahir di Jombang, dikenal sebagai simbol toleransi, demokrasi, dan kemanusiaan. Sementara Marsinah, aktivis buruh asal Nganjuk, menjadi ikon perjuangan pekerja perempuan di Indonesia yang gugur membela hak-hak kaum kecil.
Adapun Syaikhona Kholil dari Bangkalan, Madura, merupakan sosok ulama kharismatik yang menjadi guru para pendiri Nahdlatul Ulama, termasuk KH Hasyim Asy’ari.
Tiga pahlawan dari Jawa Timur ini menunjukkan betapa nilai perjuangan tak hanya lahir dari medan perang, tapi juga dari ruang pendidikan, sosial, dan moral bangsa.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menyebut, penetapan para tokoh ini adalah bentuk penghormatan negara terhadap jasa dan pengorbanan mereka.
“Para pahlawan ini telah menyalakan cahaya pengabdian. Tugas kita adalah menjaga agar api perjuangan itu tak pernah padam,” ujar Prabowo.
Selain tiga tokoh asal Jatim, terdapat tujuh nama lain dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Soeharto, Sarwo Edhie Wibowo, Rahmah El Yunusiyyah, dan Zainal Abidin Syah.
Bagi masyarakat Jawa Timur, penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri. Di tengah semangat peringatan Hari Pahlawan, nama Gus Dur, Marsinah, dan Syaikhona Kholil kini kembali menggema—mengajarkan keberanian, keadilan, dan keikhlasan dalam berjuang untuk Indonesia.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri menyambut baik keputusan ini. Beberapa daerah di Jombang, Nganjuk, dan Bangkalan disebut akan menggelar kegiatan doa bersama serta napak tilas untuk mengenang jasa para pahlawan daerahnya. (int)