BRIDA Jatim Gelar Inotek Award 2025, Pacu Inovasi Daerah untuk Kesejahteraan Masyarakat

pemerintahan | 14 November 2025 08:44

BRIDA Jatim Gelar Inotek Award 2025, Pacu Inovasi Daerah untuk Kesejahteraan Masyarakat
Foto bersama acara Inotek Award di Mercure Surabaya Grand Mirama, Surabaya. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem riset dan inovasi melalui gelaran Inotek Award 2025 di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Kamis, (13/11/2025).

 

Inotek Award merupakan ajang tahunan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jatim yang bertujuan mendorong lahirnya inovasi dari daerah, perangkat daerah, hingga masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Jumat, (14/11/2025).

 

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang menyerahkan penghargaan secara langsung, menegaskan bahwa inovasi yang menang tidak boleh berhenti sebagai sekadar “selesai tugas”.

 

“Momentum ini harus meningkatkan semangat berinovasi. Ukuran utama inovasi adalah dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Emil.

 

 

 

Ia juga menyoroti maraknya aplikasi digital yang dibuat setiap OPD maupun pemkab/pemkot. Emil mendorong penyederhanaan aplikasi menjadi Super Apps agar tidak terjadi duplikasi dan memudahkan layanan publik.

 

Sementara itu, Kepala BRIDA Jatim, Andriyanto, menegaskan bahwa inovasi adalah katalis utama kesejahteraan daerah.

 

“Jika ingin meningkatkan kesejahteraan, kunci utamanya adalah inovasi. Inotek Award membuktikan komitmen bahwa inovasi harus menjadi nafas harian pelayanan publik,” jelasnya.

 

 

Tahun ini, Inotek Award mempertandingkan lima kategori, yakni:

1. Inovasi Daerah

2. Inovasi Teknologi Berbasis Website

3. Agribisnis dan Energi Baru Terbarukan

4. Sosial Budaya dan Kependudukan

5. Inovasi untuk Milenial (kategori baru dengan peserta terbanyak)

 

Berikut para peraih Terinovatif I:

Bappedalitbang Kota Surabaya (Inovasi Daerah)

Bappendalitbang Kabupaten Trenggalek (Teknologi Berbasis Website)

Bappeda Kabupaten Nganjuk (Agribisnis & EBT)

Bappeda Kabupaten Ngawi (Sosial Budaya & Kependudukan)

Dispora Jatim (Inovasi untuk Milenial)

 

Menjawab isu miring soal objektivitas, panitia memastikan proses penilaian berlangsung ketat dan transparan melalui Dewan Juri independen.

 

 

 

Tahun ini terdapat 687 inovasi yang dilaporkan perangkat daerah. BRIDA Jatim memastikan tindak lanjut nyata, termasuk fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi enam peringkat terbaik pada setiap kategori.

 

“Inovasi tidak boleh hanya menjadi pajangan. Jika tidak dimanfaatkan, itu bukan inovasi yang baik,”tegas Andriyanto. (ivan)