SURABAYA, PustakaJC.co – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menanggapi temuan mikroplastik dalam air hujan yang memicu keprihatinan publik. Eri menekankan pentingnya mengurangi penggunaan plastik dan menghentikan kebiasaan membakar sampah di ruang terbuka.
“Kalau hujan mikroplastik itu terkait dengan sampah. Maka saya minta warga Surabaya yang menjaga. Jika ada tetangga membakar plastik atau sampah, dilarang,” tegas Eri, Rabu, (26/11/2025).
Eri menekankan bahwa menjaga kebersihan dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan anak cucu. Ia juga mengingatkan warga agar berani menegur atau melapor jika menemukan pelanggaran lingkungan. Dilansir dari jawapos.com, Kamis, (27/11/2025).
Pemkot Surabaya sejatinya telah memiliki Perwali Nomor 16 Tahun 2022 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik. Namun, kesadaran warga masih menjadi kunci keberhasilan regulasi ini.
Hasil riset Jejak, Growgreen, River Warrior, dan Ecoton menunjukkan Surabaya berada di posisi ke-6 dengan kontaminasi 12 partikel mikroplastik per 90 cm² per 2 jam. Penelitian dilakukan pada 11-14 November 2025 di tujuh lokasi: Darmawangsa, Ketintang, Gunung Anyar, Wonokromo, HR Muhammad, Tanjung Perak, dan Pakis Gelora.
Lokasi paling tercemar adalah Pakis Gelora dengan 356 partikel per liter, disusul Tanjung Perak 309 PM/liter, HR Muhammad 135 PM/liter, dan Wonokromo 77 PM/liter. Lokasi lain tercemar lebih rendah. (ivan)