Khofifah Tinjau Pengungsi Pidie Jaya, Pastikan Kirim Relawan Medis dan Bantuan Tambahan

pemerintahan | 07 Desember 2025 19:21

Khofifah Tinjau Pengungsi Pidie Jaya, Pastikan Kirim Relawan Medis dan Bantuan Tambahan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa para pengungsi yang terdampak musibah hidrometeorologi di Gedung Serbaguna Tgk Chik Pante Geulima, Pidie Jaya, Aceh. (dok portal)

ACEH, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa langsung para pengungsi terdampak bencana hidrometeorologi di Gedung Serbaguna Tgk Chik Pante Geulima, Pidie Jaya, Aceh, Sabtu, (6/12/2025). Didampingi Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, Khofifah berdialog dengan warga dan menguatkan kondisi mental mereka yang masih terguncang.

 

Dari dialog tersebut, banyak pengungsi mengaku membutuhkan layanan kesehatan. Khofifah langsung merespons dengan memastikan Pemprov Jawa Timur akan mengirim relawan medis dan tambahan obat-obatan ke Pidie Jaya. Dilansir dari portalberita,  Minggu, (7/12/2025).

 

“Insya Allah segera akan kami kirim relawan tim medis dan obat-obatan ke sini,” ujar Khofifah.

 

 

Pidie Jaya menjadi salah satu wilayah dengan dampak bencana cukup luas. Banjir bandang dan longsor menyebabkan 27 korban jiwa, 10.522 rumah terdampak, 240 titik jembatan putus, 3.479 hektare lahan rusak, serta 42.453 warga mengungsi di 66 lokasi.

 

Khofifah menegaskan kedatangannya bersama Sekda Jatim, Kepala Dinsos, dan Kalaksa BPBD Jatim sebagai bentuk kepedulian dan penguatan persaudaraan untuk warga Aceh.

 

“Persaudaraan kami tersambung. Kami dari Jawa Timur adalah saudara bagi semua warga Aceh, terutama Pidie Jaya,” ujarnya.

 

 

 

Dari lima truk bantuan yang diberangkatkan dari Jawa Timur, satu unit diarahkan khusus ke Pidie Jaya. Bantuan itu meliputi permakanan, alat kebersihan, perlengkapan keluarga, kebutuhan bayi, mukena, sarung, dan makanan siap saji. Pengiriman bantuan berikutnya akan dilakukan secara bertahap.

 

Menjelang Ramadhan, Khofifah juga membawa mukena, sarung, dan telengkung untuk memenuhi kebutuhan ibadah para pengungsi.

 

Selain logistik, dukungan spiritual juga diberikan melalui pelaksanaan sholat ghoib di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya serta doa harian dari Pesantren Tebuireng untuk para korban.

 

“Kami menyampaikan duka cita mendalam. Semoga para korban wafat mendapat ampunan Allah dan husnul khatimah,” ucapnya.

 

 

 

Khofifah berharap korban yang masih hilang segera ditemukan serta relawan diberi kekuatan. Ia juga memberi semangat kepada para pengungsi agar mampu bangkit kembali.

 

Usai berdialog, Khofifah bersama jajaran Pemprov Jatim dan Pemkab Pidie Jaya meninjau dapur umum untuk memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. (ivan)