Feri menambahkan, posyandu kini memiliki fungsi yang lebih luas, bukan hanya melayani kesehatan balita, tetapi juga menjadi pusat edukasi keluarga dan pendampingan orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak.
Dalam kegiatan tersebut, DPMD Jatim menyalurkan PMT untuk 250 balita dari empat kecamatan di Kota Pasuruan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader, mengaktifkan kembali posyandu, dan mempercepat penurunan angka stunting di wilayah setempat.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan H. Adi Wibowo menyatakan bahwa penurunan stunting membutuhkan sinergi antara pemerintah, posyandu, dan keluarga. Menurutnya, Kota Pasuruan telah menjalankan berbagai intervensi, termasuk penguatan gizi balita melalui PMT.
“Pemberian makanan tambahan hari ini bagian dari intervensi spesifik. Tapi yang terpenting adalah perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak. Jika ada indikasi perkembangan tidak sesuai usia, jangan malu berkonsultasi. Jika dibiarkan, anak bisa mengalami stunting,” jelasnya.