75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia–Tiongkok, Wagub Jatim Dorong Investasi dan Kerja Sama Ekonomi

pemerintahan | 11 Desember 2025 09:27

75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia–Tiongkok, Wagub Jatim Dorong Investasi dan Kerja Sama Ekonomi
Perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Republik Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berlangsung meriah di Surabaya. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Republik Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) digelar meriah di Surabaya, Selasa, (9/12/2025) malam. Acara ini menjadi momentum penguatan kerja sama, khususnya di bidang perdagangan dan investasi.

 

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan kesiapan provinsi untuk menyambut investasi Tiongkok. Dilansir dari kominfojatimprov.go.id, Kamis, (11/12/2025).

 

“Jawa Timur memiliki potensi ekonomi besar, infrastruktur berkembang, dan ekosistem industri kompetitif. Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi investor Tiongkok untuk berkolaborasi dan tumbuh bersama,” ujar Emil.

 

 

 

Perayaan yang diselenggarakan Konsulat Jenderal RRT di Surabaya ini juga menandai pelantikan Konsul Jenderal baru, Mr. Ye Su. Dalam sambutannya, Konjen Ye Su menekankan hubungan ekonomi kedua negara yang terus berkembang. 

 

“Tiongkok telah menjadi mitra dagang strategis Indonesia selama 12 tahun berturut-turut. Konektivitas yang semakin baik, termasuk penerbangan langsung dari Surabaya ke Tiongkok, memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan dunia usaha,” kata Konjen Ye Su.

 

Tokoh masyarakat dan pengusaha turut hadir untuk memperkuat dialog ekonomi. Alim Markus, Ketua Kehormatan Perkumpulan Perdamaian Indonesia–Tionghoa, menilai perayaan ini sebagai peluang strategis memperluas kemitraan bisnis.

 

 

 

 

Acara semakin semarak dengan atraksi budaya Tiongkok, termasuk Wushu, tarian tradisional, dan pertunjukan seni, yang menegaskan kedekatan hubungan antarmasyarakat.

 

Menurut laporan Kominfo Jatim, perayaan ini tidak hanya menjadi refleksi sejarah panjang kerja sama Indonesia–Tiongkok, tetapi juga titik awal penguatan kolaborasi baru, khususnya di Jawa Timur, yang kini berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi Tiongkok di Indonesia. (ivan)