SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Jatim menyalurkan 140 ton bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bantuan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemprov Jatim, pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur, dunia usaha, dan donasi masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, tingginya partisipasi warga Jatim menjadi kunci terkumpulnya bantuan dalam jumlah besar. Dilansir dari surabayapagi.com, Minggu, (14/12/2025).
“Animo masyarakat Jawa Timur luar biasa. Kebutuhan di lokasi bencana sangat besar sehingga masa penggalangan donasi kami perpanjang hingga 11 Desember,” ujar Adhy, Jumat, (12/12/2025).
Adhy menjelaskan, hingga kini lebih dari 100 ton bantuan telah dikirim ke Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Sementara 40 ton sisanya disalurkan secara lebih spesifik ke kabupaten yang membutuhkan, seperti Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tamiang, dan Aceh Selatan, sesuai hasil pemantauan langsung Gubernur Jawa Timur di lapangan.
Selain logistik sembako dan kebutuhan harian, Pemprov Jatim juga mengirimkan 27 relawan Tagana serta 6 dokter spesialis penyakit dalam lengkap dengan obat-obatan.
“Kami pastikan penyaluran bantuan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, serta benar-benar bermanfaat bagi masyarakat terdampak,” tegas Adhy yang juga menjabat Kepala BPBD Jatim.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim turut mengalokasikan Bantuan Keuangan sesuai Surat Edaran Mendagri, masing-masing Rp5 miliar untuk Sumatera Utara, Rp2,5 miliar untuk Sumatera Barat, dan Rp3 miliar untuk Aceh.
Terkait viralnya baliho bantuan Gubernur Jatim di media sosial, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menegaskan bahwa baliho tersebut melekat pada bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi.
“Gubernur adalah simbol pemerintahan provinsi. Baliho itu inisiatif internal dan akan kami evaluasi ke depan. Kami mohon upaya kemanusiaan ini tidak dipelintir,” tandas Gatot. (ivan)