Ia menilai tingginya arus masuk tersebut menunjukkan Jawa Timur masih menjadi magnet mudik, wisata, dan aktivitas ekonomi akhir tahun. Peningkatan juga terjadi pada penggunaan angkutan umum selama 18 hari masa Nataru, yang mencapai 17 persen.
“Penumpang bus sekitar 3,6 juta, kereta api 3,2 juta, disusul angkutan penyeberangan, udara, dan moda lainnya,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Dishub Jatim menyiagakan lebih dari 6.300 unit bus, hampir 100 trainset kereta api, 241 trip angkutan penyeberangan, 55 kapal laut, serta lebih dari 200 pesawat di tujuh bandara di Jawa Timur.
“Secara keseluruhan, kami siap menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru,” tegas Nyono.