SURABYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mempercepat regenerasi petani melalui penguatan kewirausahaan sektor pertanian. Salah satunya diwujudkan lewat Diseminasi Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang digelar untuk memperluas dampak program sekaligus menyatukan langkah antar pemangku kepentingan.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan, Program YESS sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Jawa Timur, khususnya melalui Program Jatim Agro dalam Nawa Bhakti Satya. Salah satu fokus utamanya adalah Youth Agrifuture-Hub yang diarahkan pada percepatan regenerasi petani muda. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (20/12/2025).
“Keberlanjutan pertanian tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda yang adaptif dan inovatif,” kata Emil saat menghadiri kegiatan tersebut di Surabaya, Kamis, (18/12/2025).
Menurut Emil, pengembangan petani muda tidak cukup berhenti pada aktivitas produksi. Hilirisasi pertanian menjadi kunci agar komoditas unggulan Jawa Timur memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih kuat di pasar.
Diseminasi Program YESS diikuti oleh Bappeda Provinsi Jawa Timur serta sejumlah perangkat daerah terkait, mulai dari Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan hingga Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Perwakilan Bappeda dan Dinas Pertanian kabupaten/kota se-Jawa Timur juga turut ambil bagian.
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Setya Budhi Udrayana, menyampaikan bahwa Program YESS diharapkan mampu melahirkan petani muda yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing sebagai penerus petani yang saat ini didominasi usia lanjut.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan Penghargaan Klaster Terbaik kepada sejumlah penerima manfaat Program YESS. Mereka di antaranya berasal dari sektor kentang, padi, kopi, jagung, hingga kakao yang tersebar di Kabupaten Pasuruan, Tulungagung, Malang, Banyuwangi, dan Pacitan.
Selain penghargaan, bantuan alat pertanian juga disalurkan untuk mendukung program swasembada pangan. Bantuan berupa rice transplanter diberikan kepada beberapa kelompok tani di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, sementara satu unit drone sprayer diserahkan kepada kelompok tani di Kabupaten Lamongan.
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur Mohammad Yasin berharap, diseminasi ini dapat mendorong semakin banyak pemuda terjun ke pertanian modern.
“Melalui petani milenial, pertanian tidak hanya menjadi sektor produksi, tetapi juga instrumen strategis dalam percepatan penurunan kemiskinan di Jawa Timur,” ujarnya. (ivan)