Ia menegaskan, perjuangan buruh yang disampaikan dengan cara yang tepat tidak hanya memperjuangkan keadilan, tetapi juga menjaga iklim investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang kondusif.
Kapolri juga berharap keberadaan museum tersebut dapat menjadi pusat aktivitas baru yang mendorong pergerakan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya di Desa Nglundo. Ia menilai kunjungan buruh dari berbagai daerah berpotensi menghidupkan sektor UMKM lokal.
“Ke depan, museum ini bisa menjadi destinasi kunjungan buruh dari seluruh Indonesia dan memberi dampak ekonomi langsung bagi warga,” katanya.