Ia menjelaskan, kewaspadaan ekstra perlu diterapkan terutama di destinasi wisata alam terbuka seperti kawasan pegunungan dan pantai. Risiko bencana dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga wisatawan diminta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca, kemampuan fisik, serta tetap menjaga kelestarian alam dan menghormati kearifan lokal.
Untuk mendukung kenyamanan dan keamanan pengunjung, Pemprov Jatim melalui Disbudpar juga mengoptimalkan penyampaian informasi kepada wisatawan. Informasi tersebut disebarkan melalui media sosial resmi, papan informasi di lokasi wisata, serta petugas informasi di lapangan.
Adapun informasi yang disampaikan meliputi kondisi terkini destinasi, kapasitas kunjungan, prakiraan cuaca, hingga potensi risiko yang perlu diantisipasi. Wisatawan juga didorong memanfaatkan kanal resmi seperti @disbudparjatim, @jatimpemprov, @infobmkgjuanda, @eastjavatrip.id, serta layanan TIC Digital Nusantara Jawa Timur melalui laman bit.ly/TICJATIM.