Sepanjang 2025, Jawa Timur mendapatkan kuota BBM cukup besar seiring tingginya aktivitas ekonomi dan sektor produktif. BPH Migas menetapkan kuota JBT sebesar 2,7 juta kiloliter dan JBKP mencapai 4,3 juta kiloliter. Hingga akhir tahun, realisasi penyaluran tercatat berjalan signifikan dengan pengawasan yang terus diperketat.
Digitalisasi melalui Aplikasi XStar menjadi instrumen utama dalam mencegah penyimpangan, sekaligus mempercepat layanan rekomendasi BBM subsidi bagi petani, nelayan, dan sektor sosial lainnya. Implementasi sistem ini didukung pendampingan teknis serta koordinasi intensif dengan 38 pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur.
Pemprov Jatim menegaskan akan terus mendukung kebijakan nasional di sektor energi, khususnya dalam menjaga ketersediaan, keamanan pasokan, dan keadilan distribusi BBM serta gas bumi di sektor hilir. (ivan)