SURABAYA, PustakaJC.co – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat tata kelola penyaluran BBM bersubsidi berbuah apresiasi nasional. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemprov Jatim menerima penghargaan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dalam ajang Apresiasi BPH Migas 2025.
Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Dinas ESDM Jawa Timur Aris Mukiyono bersama jajaran, sebagai bentuk pengakuan atas peran aktif Pemprov Jatim dalam penerbitan Surat Rekomendasi pembelian Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) melalui Aplikasi XStar BPH Migas.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, capaian ini merupakan hasil sinergi erat antara Pemprov Jatim, BPH Migas, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Timur dalam menjalankan kebijakan energi nasional di daerah.
“Penghargaan ini menjadi penguat komitmen kami untuk terus memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak,” ujar Khofifah.
Sepanjang 2025, Jawa Timur mendapatkan kuota BBM cukup besar seiring tingginya aktivitas ekonomi dan sektor produktif. BPH Migas menetapkan kuota JBT sebesar 2,7 juta kiloliter dan JBKP mencapai 4,3 juta kiloliter. Hingga akhir tahun, realisasi penyaluran tercatat berjalan signifikan dengan pengawasan yang terus diperketat.
Digitalisasi melalui Aplikasi XStar menjadi instrumen utama dalam mencegah penyimpangan, sekaligus mempercepat layanan rekomendasi BBM subsidi bagi petani, nelayan, dan sektor sosial lainnya. Implementasi sistem ini didukung pendampingan teknis serta koordinasi intensif dengan 38 pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur.
Pemprov Jatim menegaskan akan terus mendukung kebijakan nasional di sektor energi, khususnya dalam menjaga ketersediaan, keamanan pasokan, dan keadilan distribusi BBM serta gas bumi di sektor hilir. (ivan)