Ia juga menekankan pentingnya penguatan regulasi dan pengawasan dalam setiap bentuk kerja sama internasional agar tetap mengedepankan kepentingan daerah dan pelaku usaha lokal.
“Kolaborasi global harus menempatkan Jawa Timur sebagai pelaku utama, bukan sekadar pasar. Perlindungan terhadap pelaku usaha lokal menjadi kunci agar manfaat kerja sama dapat dirasakan secara merata,” tegasnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Diharapkan, pertemuan tersebut menjadi pijakan awal bagi terwujudnya kerja sama konkret dan berkelanjutan antara Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok di berbagai sektor strategis. (ivan)