Khofifah Perkuat Kerja Sama Jawa Timur dan Tiongkok Dorong SDM hingga Ekspor Walet

pemerintahan | 05 Januari 2026 18:51

Khofifah Perkuat Kerja Sama Jawa Timur dan Tiongkok Dorong SDM hingga Ekspor Walet
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memenuhi undangan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Ye Su dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Kediaman Konsulat Jenderal RRT Surabaya. (dok lensajatim)

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat hubungan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui pertemuan resmi bersama Konsul Jenderal RRT Ye Su. Pertemuan berlangsung di Kediaman Konsulat Jenderal RRT Surabaya, Sabtu, (3/1/2025).

 

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya diplomasi daerah untuk mendorong kolaborasi strategis yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, serta penguatan sektor ekonomi Jawa Timur. Dilansir dari lampiran.id, Senin, (5/1/2026).

 

Dalam pembahasan, kedua pihak menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui program beasiswa pendidikan bagi pelajar serta pelatihan dan peningkatan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan dunia industri.

 

Selain sektor pendidikan, kerja sama di bidang manufaktur juga menjadi agenda utama. Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat industri nasional yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi teknologi, investasi, dan transfer keahlian dengan mitra dari Tiongkok.

 

 

Di sektor perdagangan, peluang ekspor sarang burung walet asal Jawa Timur ke pasar Tiongkok turut dibahas secara serius. Komoditas bernilai ekonomi tinggi ini dinilai mampu memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan pelaku usaha lokal, terutama jika didukung dengan skema kerja sama perdagangan yang berkelanjutan dan berpihak pada daerah.

 

Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus membuka ruang kerja sama internasional yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas negara harus diarahkan pada peningkatan kualitas SDM dan penguatan daya saing ekonomi daerah.

 

Langkah strategis tersebut mendapat apresiasi dari Senator Jawa Timur, Lia Istifhama. Ia menilai kerja sama internasional yang dibangun Pemprov Jatim telah menyentuh sektor-sektor fundamental yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

“Penguatan kerja sama dengan Tiongkok harus dimaknai sebagai investasi jangka panjang, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga pembangunan SDM. Program beasiswa, peningkatan kompetensi guru SMK, hingga pembukaan akses ekspor seperti sarang walet merupakan langkah konkret yang berpihak pada kesejahteraan rakyat,” ujar Lia Istifhama.

 

 

 

Ia juga menekankan pentingnya penguatan regulasi dan pengawasan dalam setiap bentuk kerja sama internasional agar tetap mengedepankan kepentingan daerah dan pelaku usaha lokal.

 

“Kolaborasi global harus menempatkan Jawa Timur sebagai pelaku utama, bukan sekadar pasar. Perlindungan terhadap pelaku usaha lokal menjadi kunci agar manfaat kerja sama dapat dirasakan secara merata,” tegasnya.

 

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Diharapkan, pertemuan tersebut menjadi pijakan awal bagi terwujudnya kerja sama konkret dan berkelanjutan antara Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok di berbagai sektor strategis. (ivan)