BMKG memprediksi potensi curah hujan pada Januari 2026 mencapai sekitar 58 persen, sementara pada Februari sekitar 22 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius BPBD Provinsi bersama BPBD di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Atas arahan Gubernur, BPBD Jatim melanjutkan langkah strategis penanganan melalui Operasi Modifikasi Cuaca yang dilaksanakan mulai 1 hingga 31 Januari 2026. Sejak awal Januari, OMC telah dilakukan sebanyak tujuh sorti, dengan sasaran wilayah selatan Jawa Timur, selatan Pulau Madura, dan wilayah barat Jatim.
“Selama Desember 2025, OMC telah dilakukan sebanyak 50 sorti dengan cakupan berbagai wilayah di Jawa Timur,” jelas Gatot.