NGAWI, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi daerah. Kegiatan yang menjadi Pasar Murah ke-73 tahun 2026 itu berlangsung di Lapangan Kepatihan, Kabupaten Ngawi, Jumat, (5/6/2026).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan pasar murah merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat. Melalui program ini, berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran sehingga dapat membantu meringankan beban warga.
“Harapan kita pertama mendekatkan penjangkauan. Kedua, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dapurnya terutama terkait sembako dengan harga yang bisa menjangkau mereka,” ujar Khofifah, dikutip dari kominfojatim.go.id, Senin, (8/6/2026).
Dalam pasar murah tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar. Di antaranya gula pasir Rp14 ribu per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp13 ribu per liter, dan beras SPHP Rp55 ribu per kemasan. Selain itu tersedia paket cabai merah dan cabai rawit seharga Rp5 ribu serta daging ayam ras Rp30 ribu per kilogram.
Khofifah menegaskan, intervensi harga melalui pasar murah merupakan bagian dari langkah Pemprov Jatim untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.