LTT Tembus 193.786 Hektar, Lamongan Sumbang Penuh Swasembada Pangan Nasional

pemerintahan | 08 Januari 2026 05:52

LTT Tembus 193.786 Hektar, Lamongan Sumbang Penuh Swasembada Pangan Nasional
Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara saat melangsungkan tasyakuran bersama Gabungan Kelompok Tani secara bersamaan dengan menyaksikan Zoom panen raya dan pengumuman swasembada pangan 2025. (dok bhirawa)

LAMONGAN, PustakaJC.co - Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan pada 2025. Pengumuman itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat panen raya nasional, Rabu, (7/1/2026).

 

Pemerintah Kabupaten Lamongan mengikuti agenda tersebut secara daring melalui Zoom. Momentum itu dirangkaikan dengan tasyakuran bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Ruang Command Center Lantai 3 Pemkab Lamongan. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Kamis, (8/1/2026).

 

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menyatakan, keberhasilan swasembada pangan nasional tidak lepas dari kontribusi daerah, termasuk Lamongan yang mampu melampaui target Luas Tambah Tanam (LTT) dari pemerintah pusat.

 

“Target nasional untuk Lamongan sebesar 192.373 hektar, sementara capaian kami hingga 31 Desember 2025 mencapai 193.786 hektar atau 100,73 persen,” ujar Dirham.

 

 

 

Padahal, lanjut Dirham, luas baku sawah Lamongan hanya sekitar 96.095,5 hektar. Capaian tersebut diraih melalui berbagai strategi peningkatan produktivitas pertanian.

 

Upaya yang dilakukan antara lain penyediaan bibit padi berkualitas, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier, pembangunan embung serta sumur dalam dan dangkal, hingga optimalisasi lahan non-sawah seperti rawa, lahan bera, dan perhutanan sosial.

 

Selain itu, Pemkab Lamongan juga menyediakan pompa air, melakukan pendampingan petani melalui Sekolah Lapang GAP dan PHT, menyusun jadwal tanam di setiap kecamatan, serta melakukan monitoring lapangan harian terkait ketersediaan benih, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan).

 

 

Pemkab Lamongan bahkan mencanangkan alokasi minimal 20 persen dana desa untuk sektor pertanian, yang salah satunya akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan sekolah lapang.

 

“Tujuannya agar kemampuan petani semakin maksimal dalam mengelola lahan dan mengatasi persoalan pertanian,” jelas Dirham yang akrab disapa Mas Dirham.

 

Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras petani Lamongan. 

 

“Semoga capaian ini menjadi pemicu semangat untuk terus memaksimalkan potensi pertanian daerah,” katanya.

 

 

 

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pencapaian LTT berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani. Bertambahnya luas tanam akan meningkatkan produksi pangan, membuka peluang kerja baru, serta menaikkan nilai ekonomi lahan tidur.

 

Presiden juga berpesan agar keberhasilan swasembada padi dapat diperluas ke komoditas lain, seperti jagung, tebu, dan tanaman pangan strategis lainnya. (ivan)