SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan RSUD Mohammad Noer Pamekasan sebagai rumah sakit rujukan utama di Pulau Madura. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses layanan kesehatan berkualitas sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat Madura terhadap rumah sakit rujukan di Surabaya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan peningkatan kualitas RSUD Mohammad Noer menjadi bagian dari strategi pemerataan layanan kesehatan di Jawa Timur. Menurutnya, selama ini masih banyak warga Madura yang harus menempuh perjalanan jauh ke Surabaya untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan. Dilansir dari lampiran.id, Kamis, (8/1/2026).
“Selama ini, banyak warga Madura yang harus ke Surabaya, khususnya ke RSUD Dr. Soetomo, untuk layanan lanjutan. Dengan penguatan RSUD Mohammad Noer Pamekasan, kami berharap masyarakat Madura bisa mendapatkan layanan setara tanpa harus menempuh jarak jauh,” ujar Adhy Karyono saat menerima kunjungan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, di ruang kerjanya, Senin, (06/01/25).
Adhy menjelaskan, Pemprov Jatim tidak hanya fokus pada peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit, tetapi juga pada pengembangan layanan unggulan, penguatan sistem pelayanan, serta peningkatan kompetensi tenaga medis. Dengan langkah tersebut, RSUD Mohammad Noer diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas.
Ia menegaskan, penguatan rumah sakit daerah merupakan komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan pelayanan publik yang merata dan berkeadilan. “Ketika rumah sakit daerah kuat, maka akses layanan kesehatan masyarakat akan semakin dekat dan cepat,” katanya.
Dukungan terhadap langkah Pemprov Jatim tersebut juga disampaikan oleh Senator DPD RI Lia Istifhama. Ia menilai RSUD Mohammad Noer Pamekasan memiliki posisi strategis sebagai pusat layanan kesehatan di Madura dan layak dikembangkan menjadi rumah sakit rujukan utama.
“RSUD Mohammad Noer sangat strategis. Jika terus diperkuat, rumah sakit ini bisa menjadi rujukan utama masyarakat Madura. Ini penting agar pelayanan kesehatan tidak selalu terpusat di Surabaya,”ujar Lia Istifhama.
Menurut Lia, peningkatan layanan rumah sakit daerah tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek keadilan sosial. Masyarakat, terutama dari kelompok menengah ke bawah, akan merasakan manfaat langsung dari layanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas.
Ia menegaskan akan terus mengawal kebijakan yang berpihak pada penguatan layanan kesehatan daerah.
“Ketika rumah sakit daerah kuat, masyarakat kecil yang paling merasakan manfaatnya. Ini bukan hanya soal pembangunan kesehatan, tetapi juga soal keadilan,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara Pemprov Jawa Timur dan perwakilan daerah di tingkat nasional, RSUD Mohammad Noer Pamekasan diharapkan mampu tumbuh menjadi rumah sakit rujukan andalan di Madura, sekaligus memperkuat sistem layanan kesehatan Jawa Timur secara keseluruhan. (ivan)