BPBD Jatim Intensifkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

pemerintahan | 13 Januari 2026 05:54

BPBD Jatim Intensifkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono bersama Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto membahas pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (dok bhirawa)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim terus memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi dengan mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah.

 

Langkah ini dilakukan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG Juanda akibat hujan sedang hingga lebat yang terjadi sepanjang 1–10 Januari 2026. Kondisi tersebut memicu berbagai kejadian bencana seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es di hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Selasa, (13/1/2026).

 

Wilayah terdampak meliputi Pacitan hingga Banyuwangi, kawasan Tapal Kuda, Madura Raya, serta daerah perkotaan seperti Surabaya, Malang, dan Kediri. Situasi ini mendorong BPBD Jatim mengambil langkah cepat dan terukur.

 

 

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, OMC terus dilanjutkan hingga Januari 2026. Pada Minggu (11/1), operasi dilakukan sebanyak satu sortie dengan bahan semai NaCl 800 kilogram di wilayah utara Jawa Timur.

 

“OMC kembali dilaksanakan pada Senin (12/1) hingga tiga sortie. Sortie pertama menggunakan 1.000 kilogram NaCl di wilayah utara Banyuwangi, sortie kedua di wilayah utara Jawa Timur, dan sortie ketiga di Selat Madura,” kata Gatot, Senin, (12/1/2026).

 

 

 

Ia menegaskan, BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan BMKG Juanda untuk memantau potensi pertumbuhan awan di wilayah Jawa Timur sebagai dasar pelaksanaan operasi selanjutnya.

 

Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur telah dimulai sejak 5 Desember 2025 dan direncanakan berlangsung hingga akhir Januari 2026. OMC bertujuan mengurangi potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan berintensitas tinggi yang berpotensi memicu banjir di sejumlah daerah. (ivan)