Banjir di Sejumlah Daerah Jatim Belum Sepenuhnya Surut

pemerintahan | 13 Januari 2026 15:13

Banjir di Sejumlah Daerah Jatim Belum Sepenuhnya Surut
Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Sejumlah wilayah di Jawa Timur masih dilanda banjir hingga Selasa, (13/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat genangan masih terjadi di Kabupaten Lamongan, Sidoarjo, Pasuruan, Gresik, dan Jombang.

 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, mengatakan banjir dipicu luapan sungai besar seperti Bengawan Solo serta sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air akibat hujan berintensitas tinggi.

 

“Genangan terluas masih terjadi di Lamongan. Di daerah lain kondisinya cenderung menurun dan sebagian sudah surut,” ujar Satriyo.

 

 

 

Di Kabupaten Lamongan, banjir masih merendam enam kecamatan yakni Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, Glagah, serta sebagian wilayah Kecamatan Lamongan Kota. Tercatat 2.031 rumah warga tergenang dengan ketinggian air antara 5 hingga 59 sentimeter. Selain permukiman, RSUD Soegiri Lamongan juga terdampak.

 

BPBD memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun warga mengungsi. Status tanggap darurat banjir di Lamongan telah diperpanjang hingga 26 Januari 2026, dengan pengoperasian pompa di Rumah Pompa Kalitengah untuk mengurangi debit air Bengawan Jero.

 

Sementara itu, di Sidoarjo, genangan masih terjadi di Desa Kedungbanteng dan Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, dengan ketinggian sekitar 20–25 sentimeter. Wilayah lain seperti Waru, Candi, dan Sidoarjo Kota dilaporkan sudah surut.

 

 

Di Pasuruan, sisa genangan terpantau di Kecamatan Beji, tepatnya di Desa Kedungringin dengan ketinggian 10–30 sentimeter. Sedangkan kecamatan lain telah dinyatakan surut.

 

Adapun di Gresik, banjir masih melanda Kecamatan Cerme, terutama Desa Dungus, Pandu, dan Morowudi, yang berdampak pada ratusan rumah, lahan persawahan, tambak, serta fasilitas umum. Tren genangan dilaporkan mulai menurun.

 

Sedangkan di Jombang, genangan tersisa di Desa Ketapangkuning, Kecamatan Ngusikan, dengan ketinggian sekitar 5–10 sentimeter.

 

BPBD Jatim mengimbau masyarakat tetap waspada, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, mengingat potensi hujan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. (ivan)