Ia mendorong Karang Taruna di tingkat kelurahan aktif menggelar ruang-ruang edukasi warga, seperti forum belajar bersama atau diskusi literasi digital, termasuk edukasi verifikasi informasi dan anti-hoaks.
Selain itu, anggaran kepemudaan juga diarahkan untuk penguatan digital marketing guna mendukung promosi UMKM lokal. Namun, Fathoni menegaskan dana tersebut bukan modal usaha, melainkan sarana pembinaan berbasis peningkatan keterampilan.
“Fokusnya peningkatan skill. Anak muda akrab dengan gadget, tinggal diarahkan agar produktif dan berdampak bagi lingkungan,” tegasnya.