PASURUAN, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim melakukan operasi cuaca sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah. Operasi tersebut telah berjalan sejak 5 Desember 2025.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, operasi cuaca dilakukan secara teknis dan terukur sehingga tidak banyak diketahui masyarakat. Padahal, langkah ini penting untuk menekan potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Jumat, (23/1/2026).
“Kalau tidak dilakukan operasi cuaca, potensi hujan akan lebih besar dan lebih lebat. Dampaknya, genangan banjir bisa terjadi di banyak titik,” ujar Khofifah saat peresmian kawasan terpadu dan terintegrasi di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Rabu, (21/1/2026).