Khofifah Turun Langsung ke Situbondo, Pengerukan Sungai dan Penguatan Bronjong Jadi Fokus Penanganan Banjir

pemerintahan | 25 Januari 2026 08:36

Khofifah Turun Langsung ke Situbondo, Pengerukan Sungai dan Penguatan Bronjong Jadi Fokus Penanganan Banjir
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat turun langsung menangani banjir yang melanda Kabupaten Situbondo, dengan meninjau lokasi banjir di Desa Kalianget Kecamatan Banyuglugur.

 

SITUBONDO, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan penanganan banjir di Kabupaten Situbondo dilakukan secara cepat dan terpadu. Kepastian itu disampaikan saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Jumat, (23/1/2026).

 

Khofifah menegaskan, selain curah hujan tinggi, banjir dipicu oleh luapan sungai akibat sedimentasi yang belum tertangani optimal. Karena itu, pengerukan sungai dan penguatan bronjong di titik rawan menjadi langkah strategis yang segera dilakukan. 

 

“Yang lebih strategis adalah pengerukan yang lebih signifikan, kemudian bronjong yang juga harus diperkuat untuk menahan kemungkinan luapan air,” ujar Khofifah.

 

Ia menjelaskan, proses pengerukan membutuhkan alat berat berupa ekskavator. Namun, akses menuju lokasi harus dikoordinasikan dengan Pemkab Situbondo agar alat berat dapat menjangkau titik pengerukan secara aman.

 

“Perlu dicari jalur alternatif. Bupati nanti akan memandu ekskavator masuk lewat titik mana,” jelasnya.

 

 

Selain pengerukan, penguatan bronjong akan dilakukan melalui penambahan dan pelapisan agar lebih kokoh menghadapi derasnya arus sungai saat hujan lebat.

 

Untuk penanganan jangka pendek, Pemprov Jatim juga menyiapkan solusi pengairan lahan pertanian dengan pemasangan pipa-pipa air. Langkah ini dinilai mendesak karena wilayah terdampak telah memasuki musim tanam.

 

“Plt Kepala Dinas SDA yang juga Kepala Dinas Cipta Karya akan menyiapkan pipa-pipa untuk pengairan sawah yang sedang ditanami,” kata Khofifah.

 

Di sisi sosial, Gubernur meminta agar kebutuhan dasar warga terdampak benar-benar terpenuhi. Dua dapur umum telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga, disertai layanan kesehatan dari puskesmas terdekat.

 

“Distribusi makanan diupayakan bisa tiga kali sehari, dan layanan kesehatan harus disiapkan,” tegasnya.

 

 

 

Khofifah juga menekankan pentingnya pendataan fasilitas ibadah dan pendidikan yang terdampak banjir, mengingat masyarakat akan segera memasuki bulan Ramadan.

 

“Pastikan masyarakat sehat dan merasa tenang,” ucapnya.

 

Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Jatim turut menyalurkan bantuan logistik, antara lain ratusan paket sembako, perlengkapan anak, makanan siap saji, selimut, terpal, peralatan masak, perlengkapan kebersihan, hingga bantuan khusus untuk lansia.

 

 

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Khofifah yang turun langsung ke lokasi banjir.

 

“Terima kasih, ini berkah sekali Ibu Gubernur berkenan hadir langsung di sini,” ujar Rio

 

Diketahui, banjir terjadi akibat hujan sedang hingga lebat yang mengguyur Situbondo sejak Rabu, (21/1/2026) sore. Luapan sungai merendam sejumlah desa di lima kecamatan dan mengakibatkan kerusakan rumah, fasilitas umum, tanggul jebol, serta terputusnya jembatan penghubung antar dusun. Data kerusakan masih dalam proses pendataan.(ivan)