Berbeda dengan Bapenda yang mengandalkan sektor pajak, Dishub Jatim fokus mengembangkan sumber pendapatan nonpajak melalui pemanfaatan aset dan layanan transportasi publik. Sejumlah terobosan dilakukan, mulai dari pemanfaatan ruang iklan di armada Trans Jatim dan Trans Laut hingga penerapan Terminal On System (TOS) di terminal milik Pemprov Jatim.
“Inovasi kami antara lain dari iklan di armada dan pendapatan penggunaan fasilitas terminal oleh bus angkutan umum melalui TOS,” jelas Nyono.
Selain itu, Dishub Jatim juga mengoptimalkan operasional Trans Laut yang melayani kawasan Paciran dan Banyuwangi. Dari berbagai skema tersebut, Dishub Jatim mampu menghimpun pendapatan sekitar Rp1 miliar.
“Alhamdulillah, dari iklan Trans Jatim, Trans Laut, serta TOS di terminal, kami bisa memperoleh sekitar Rp1 miliar,” tambahnya.