Ia mengakui, kebutuhan logistik rumah tangga cenderung meningkat saat memasuki Ramadhan dan kembali naik menjelang Idul Fitri. Karena itu, Pasar Murah diharapkan mampu memastikan ketersediaan pasokan tetap aman dan harga tetap terjangkau sebelum permintaan mencapai puncaknya.
“Semakin mendekati Ramadhan kebutuhan logistik rumah tangga meningkat, dan menjelang Idul Fitri akan meningkat lagi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa Pasar Murah Pemprov Jatim bersifat komplementer terhadap program pemerintah kabupaten/kota. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan persoalan ekonomi di daerah.
“Ini adalah bentuk saling melapisi antara tugas pemerintah provinsi dan kabupaten/kota melalui Pasar Murah,” ujarnya.