Respons Cepat Pemprov Jatim Hadapi Banjir Situbondo, Dari Normalisasi Sungai hingga Perlindungan Petani

pemerintahan | 29 Januari 2026 15:34

 

Tak hanya fokus pada infrastruktur pengendali banjir, Pemprov Jatim juga memberi perhatian serius pada sektor pertanian yang terdampak. Banjir yang terjadi pada Rabu (21/1/2026) menyebabkan terganggunya sistem irigasi di sejumlah wilayah sentra pertanian.

 

Perbaikan saluran irigasi dilakukan pada 24–26 Januari 2026 untuk memastikan suplai air kembali normal. Kegiatan ini menyasar lahan pertanian seluas 1.336 hektare yang tersebar di delapan desa, yakni Gunung Putri, Selomukti, Trebungan, Sumberpinang, Mlandingan, Selowogo, Bungatan, dan Pasir Putih.

Sebanyak 31 personel dikerahkan dalam proses perbaikan dengan dukungan alat berat, termasuk ekskavator dan dump truck. Pemprov Jatim menargetkan perbaikan irigasi rampung dalam tiga hari agar aktivitas petani tidak terganggu, mengingat wilayah tersebut telah memasuki musim tanam.

 

Sebagai solusi jangka pendek, Pemprov Jatim juga menyiapkan kanal pengairan darurat dengan pemasangan pipa-pipa air ke area persawahan.

 

“Karena sudah masuk musim tanam, Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air yang juga Kepala Dinas Cipta Karya akan menyiapkan pipa-pipa untuk mengalirkan air ke lahan sawah yang sedang ditanami,” terang Khofifah.

 

Di sisi sosial, Gubernur memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Dua dapur umum telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, dengan distribusi makanan diupayakan bisa dilakukan hingga tiga kali sehari. Layanan kesehatan juga disiagakan melalui puskesmas terdekat.

 

“Tadi ada dua dapur umum. Relawan dimungkinkan memasak dan mendistribusikan makanan tiga kali sehari. Layanan kesehatan juga harus disiapkan,” ujarnya.

 

Selain itu, Khofifah meminta pendataan menyeluruh terhadap fasilitas ibadah dan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir, mengingat masyarakat akan segera memasuki bulan Ramadan.

 

“Pastikan masyarakat sehat dan merasa tenang,” ucapnya.

 

Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan logistik, antara lain 100 unit kompor, 500 paket sembako, perlengkapan anak, makanan siap saji, selimut, terpal, perlengkapan kebersihan, peralatan masak, serta bantuan khusus untuk lansia.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Wahyu Rio Prayogo menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Gubernur Khofifah di tengah warga terdampak.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Situbondo dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kehadiran Ibu Gubernur menjadi penguat semangat warga,” ujarnya.

 

Diketahui, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung cukup lama sejak Rabu (21/1/2026) sore menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap di sejumlah wilayah Situbondo. Banjir melanda beberapa desa di lima kecamatan dan mengakibatkan kerusakan rumah, fasilitas umum, tanggul jebol, serta terputusnya jembatan penghubung antar dusun. Data kerusakan masih dalam proses finalisasi. (int)