SURABAYA, PustakaJC.co – Sebanyak 3.400 rumah warga di Jawa Timur segera menikmati layanan listrik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 2026. Program ini mencakup pemasangan instalasi listrik sekaligus bantuan token listrik senilai Rp300 ribu.
Program tersebut dijalankan melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur sebagai upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan kelistrikan. Dilansir dari detik.com, Rabu, (4/2/2026).
Kepala Bidang Listrik Dinas ESDM Jatim, Ribut Sariyono, mengatakan penerima bantuan merupakan warga yang hingga kini belum memiliki sambungan listrik di rumahnya. Data penerima bantuan berasal dari usulan pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
“Rumah penerima memang belum pernah terpasang listrik. Saat ini tim ESDM Jatim sedang melakukan survei langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ujar Ribut, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan proses pemasangan instalasi listrik direncanakan mulai Maret hingga April 2026. Seluruh pembiayaan program tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Program pemasangan listrik gratis ini juga menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim dalam mengejar target rasio elektrifikasi 100 persen. Saat ini, rasio elektrifikasi di Jawa Timur telah mencapai 99 persen.
Berdasarkan data Dinas ESDM Jatim, penerima bantuan tersebar di berbagai daerah. Pacitan menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak yakni 400 rumah, disusul Tuban 387 rumah, Ponorogo dan Trenggalek masing-masing 300 rumah, serta Banyuwangi sebanyak 300 rumah.
[halaam]
Selain itu, bantuan juga menyasar Tulungagung 100 rumah, Kabupaten Blitar 178 rumah, Kabupaten Kediri 200 rumah, Kabupaten Malang 100 rumah, Bondowoso 100 rumah, Situbondo 100 rumah, serta Kabupaten Probolinggo 20 rumah.
Selanjutnya, program ini juga menjangkau Kabupaten Pasuruan 89 rumah, Kabupaten Mojokerto 6 rumah, Jombang 100 rumah, Nganjuk 100 rumah, Ngawi 200 rumah, Lamongan 100 rumah, Pamekasan 41 rumah, Kota Kediri 90 rumah, Kota Blitar 92 rumah, Kota Probolinggo 90 rumah, dan Kota Madiun 7 rumah.
Pemprov Jatim berharap program tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan warga di berbagai daerah. (ivan)