Pemkot Surabaya Gelar Pangan Murah, Harga Sembako Ditekan Jelang Ramadan

pemerintahan | 11 Februari 2026 09:59

Pemkot Surabaya Gelar Pangan Murah, Harga Sembako Ditekan Jelang Ramadan
Suasana Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kota Surabaya di Lapangan Asemrowo, Selasa, (10/2/2026). (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Menjelang Ramadan 1447 Hijriyah/2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menekan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat. Salah satu pelaksanaannya digelar di Lapangan Asemrowo, Selasa, (10/2/2026), dan disambut antusias warga.

 

Sejak pagi, warga Asemrowo dan sekitarnya memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula, hingga cabai dengan harga di bawah pasaran. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (11/2/2026).

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyebut GPM menjadi langkah strategis Pemkot dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, khususnya menjelang Ramadan yang identik dengan lonjakan permintaan.

 

“Gerakan Pangan Murah bukan hanya membantu masyarakat mendapatkan harga terjangkau, tetapi juga bagian dari strategi pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan di Surabaya,” ujar Antiek.

 

 

Kecamatan Asemrowo dipilih karena sebelumnya belum pernah menjadi lokasi GPM. Hasilnya, respons warga terbilang tinggi. Penjualan beras tercatat mencapai sekitar 200 zak, minyak goreng 1.200 liter habis terjual, gula sekitar 240 kilogram, sementara transaksi daging mencapai Rp1,5 juta.

 

Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP 5 kilogram dijual Rp58.000, beras Yarice Rp74.500, dan beras Kembang Desa Rp73.000. Gula pasir dijual di kisaran Rp16.500–Rp17.500 per kilogram.

 

Minyak goreng menjadi komoditas paling diburu. Minyak Moorah 700 mililiter dijual Rp14.000, sedangkan Minyakita Rp15.000 per liter. Selain itu tersedia ayam ras sekitar satu kilogram per ekor seharga Rp35.500, serta telur ayam ras Rp29.500 per kilogram.

 

 

GPM juga melibatkan PD Rumah Potong Hewan (RPH) untuk penyediaan daging sapi segar dan olahannya. Pelaku usaha lokal dari Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) menyediakan bawang merah, bawang putih, dan cabai. Program Padat Karya turut menghadirkan telur ayam, sementara Kelompok Tani Guyub Sejahtera menyuplai sayuran segar.

 

Antiek menegaskan, sepanjang 2026 Pemkot Surabaya berkomitmen memperluas GPM dan Pasar Murah Dinkopumdag. Dalam sebulan, kegiatan ini ditargetkan menjangkau seluruh kecamatan dengan frekuensi 18–20 kali pelaksanaan, melibatkan TPID dan berbagai perangkat daerah.

 

Salah satu warga, Suparma, mengaku terbantu karena selisih harga cukup signifikan dibandingkan pasar. 

 

“Di pasar minyak bisa Rp19.000, di sini cuma Rp15.000. Lumayan banget menjelang puasa,” katanya.

 

 

Hal senada disampaikan Luluk, warga Asemrowo, yang membeli minyak goreng, beras, dan gula untuk stok Ramadan. 

 

“Di pasar bisa Rp20.000, di sini Rp15.000. Saya beli empat kantong sekalian,” ujarnya.

 

Warga lainnya, Mona Joda, berharap GPM digelar rutin. 

 

“Sangat membantu. Semoga bisa satu atau dua kali tiap bulan,” pungkasnya. (ivan)